PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI
DOSEN : Musahwi, S.Sos, M. Sosio
pengertian
Antropologi
berasal dri kata antrhopos dan logos
Wilayah Kajian Antropologi
- Masalah asal & perkemangan manusia (evolusi biologis)
- Masalah terjadinya aneka ragam ciri fisik manusia.
- Masalah perkembangan dan persebaran aneka ragam kebudayaan manusia.
- Masalah asal perkembangan dan persebaran aneka ragam bahasa yg dipakai manusia di seluruh dunia.
- Masalah asas-asas kehidupan masy. dan kebudayaan manusia, dari aneka ragam suku bangsa yg tersebar di seluruh dunia
Sejarah Perkembangan Antropologi sebagai Ilmu
Pengetahuan
Tujuan Ilmu Antropologi
Hubungan Antropologi dengan sosial ilmu lain
Hubungan Antropologi dengan Sosiologi
.
ETNOGRAFI
SEBAGAI METODE DASAR MEMAHAMI MANUSIA DAN BUDAYANYA
Kata etnografi, berasal dari bahasa Yunani, yang
berarti sebuah deskripsi mengenai orang-orang atau manusia, secara harfiah, “penulisan
budaya” (Atkinson, 1992).
Frey (1992) berpendapat bahwa etnografi digunakan untuk meneliti
perilaku manusia dalam lingkungan spesifik alamiah.
Neuman (2000), Etnografi muncul dari Antropologi Budaya. karena itu etnografi merupakan penggambaran
suatu budaya atau cara hidup orang-orang dalam sebuah komunitas tertentu.
METODE
ETNOGRAFI
Spradley (1997), membagi metode etnografi ke dalam
tiga fase:
q Etnografi mula-mula (Akhir abad ke-19) meneliti
tentang evolusi budaya.
q Etnografi modern (1915-1925). Radclifffe-Brown dan
Malinowski sebagai penggagas. Perhatian utamanya pada kehidupan masa kini,
yaitu tentang the way of life masayarakat tersebut.
q Etnografi baru generasi pertama (1960). Berakar
dari Antro. Psikologi. Perhatian utamanya adl. Untuk melihat bagaimana
masyarakat mengorganisasikan budaya mereka dalam pikiran mereka dan kemudian
menggunakan budaya tersebut dalam kehidupan.
q Etnografi baru generasi kedua. Dalam pandangannya ini,
Spardley tidak lagi menganggap etnografi sebagai metode untuk meneliti “Other
culture”, masyarakat
kecil yang terisolasi, namun juga masyarakat kita sendiri. Masyarakat yang
multikultural di seluruh dunia
CIRI KHAS PENELITIAN ETNOGRAFI
Denzin dan Lincoln (2009) membagi empat ciri:
q Lebih menekankankan upaya
eksplorasi terhadap hakekat/sifat dasar fenomena sosial tertentu, bukan
melakukan pengujian hipotesis atas fenomena tersebut.
q Lebih suka bekerja dengan data
tidak terstruktur, atau dg kata lain, data yang belum dirumuskan dlm bentuk
kode sbg seperangkat kategori yg masih menerima peluang bagi analisis tertentu.
q Penelitian terhadap sejumlah kasus kecil, mungkin
hanya satu kasus secara detail.
q Menganalisis data yg meliputi interpretasi makna dan fungsi berbagai tindakan manusia secara
ekpilisit sbg sebuah produk yg secara umum mengambil bentuk-bentuk deskripsi
dan penjelasan verbal tanpa harus terlalu banyak memanfaatkan analisis
kuantifikasi dan statistik.
PENGGALIAN DATA
Observasi partisipan, yakni
data2 diperoleh melalui partisipasi di dalam
kehidupan sehari-hari informan dalam kondisi yang
sebenarnya, dlm rangka
mendapatkan interpretasi mereka dan makna sosial dari tindakan
dan kegiatan tersebut.
Atkinson (1992) menyatakan
bhw, dlm aspek tertentu, semua penelitian sosial merupakan semacam observasi
partisipan, karena kita tidak dapat meneliti realitas sosial tanpa menjadi
bagian darinya.
q Wawancara tidak
terstruktur. (untsructured interview) memberikan ruang yang
lebih luas dibanding dengan tipe wawancara lain, karena peneliti tidak terikat
oleh pedoman wawancara yang terkesan formal.
q Menurut Brannen (2005) teknik ini lebih mendorong agar
peneliti lebih fleksibel dan reflektif sehingga mendapat wawasan-wawasan
imajinatif ke dalam dunia sosial informan.
ANALISIS DATA
Menurut Brewer (2000) secara
ringkas ada dua urutan analisis data Etnografi, yaitu klasifikasi data dan
interpretasi data
q Klasifikasi data didasarkan pada
konsep yang digunakan pada suatu penelitian tertentu. Meliputi
taksonomi (perincian data) dan tipologi data.
q Proses interpretasi adalah proses meletakkan
atau memberikan makna pada data sesuai dengan konteksnya.
MASALAH YG MUNCUL DLM OBSERVASI PARTISIPAN
q Apakah identitasnya sebagai seorang peneliti diketahui
oleh semua partisipan, atau hanya sebagian, atau bahkan tidak satupun yang
mengetahui.
q Sejauh mana dan bagaimana partisipan mengetahui
penelitian yg sedang dijalankan.
q Aktifitas apa saja yg sedang dikaji peneliti di
lapangan, dan
q bagaimana hal ini memosisikan peneliti dlm kaitannya
dg beragam konsep kategori dan anggota kelompok yg digunakan para partisipan.
q Apakah sebenarnya orientasi peneliti; apakah peneliti
sepenuhnya menyadari ketikan mengadopsi orang dalam (insider) dan orang luar
(outsider)
Cabang-cabang Ilmu Antropologi
Somatologi
Etnologi
1. Antropologi
Fisik
•
Paleoantropologi
: Bagian
dari antropologi fisik yang menelaah tentang asal usul atau terjadinya
perkembangan mahkluk manusia. Obyek penelitiannya adalah fosil manusia
(sisa-sisa tubuh manusia yang telah membatu) yang terdapat dalam
lapisan-lapisan bumi.
•
Somatologi
: Bagian
dari antropologi fisik yang menelaah tentang variasi atau keanekaragaman ras
manusia melalui ciri-ciri tubuh manusia secara keseluruhan (ciri-ciri genotipe
dan fenotipe).
2.
Antropologi Budaya
•
Antropologi
budaya memfokuskan perhatiannya pada kebudayaan manusia ataupun cara hidupnya
dalam masyarakat.
•
Untuk
memahami pekerjaan para ahli antropologi budaya, kita harus tahu tentang; (a)
hakikat kebudayaan yang menyangkut tentang konsep kebudayaan dan
karakteristik-karakteristiknya, (b) bahasa dan komunikasi, menyangkut; hakikat
bahasa, bahasa dalam kerangka kebudayaan, serta (c) kebudayaan dan kepribadian.
Menurut Haviland (1993) dan koenjtraningrat (1996),
Antropologi budaya dibagi menjadi:
1. Arkeologi: Arkeologi adalah suatu bidang yang mempelajari
kebudayaan manusia masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang
ditinggalkan. Kajian sistematis meliputi penemuan, dokumentasi, analisis, dan
interpretasi data berupa artefak (budaya bendawi, seperti kapak batu dan
bangunan candi) dan ekofak (benda lingkungan, seperti batuan, rupa muka bumi,
dan fosil).
Bendawi/artefak dalam Arkeologi
•
Ideofak:
adalah artefak yang mempresentasikan ideologi kelompok masyarakat di masa lalu.
•
Sosiofak:
mencerminkan aspek sosial dalam suatu masyarakat tertentu.
•
Teknofak:
adalah kajian terhadap alat2 teknologi yang digunakan masyarakat di masa lalu.
•
Feature:
adalah kebudayaan materi yang sifatnya statis dan melekat dengan konteksnya.
Misalnya, bentangan alam hasil rekayasa manusia.
Obyek dan tujuan Kajian Arkeologi
• Obyek Arkeologi prasejarah: a) Masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana
(Paleolithikum). b)Masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut
(Mesolithikum). c)Masa bercocok tanam (Neolithikum). d)Masa perundagian (Bronze
Age)
•
Obyek
Arkeologi masa sejarah: misalnya di Indonesia: a) Klasik, yaitu objek
yang berasal sejak pengaruh Hindu-Budha, seperti: candi, prasasti dan
lain sebagainya. b)Objek periode Islam, yaitu objek yang berasal sejak pengaruh
kebudayaan Islam, seperti: nisan, masjid dan lain sebagainya. c)Objek periode
Kolonial, yaitu objek yang berasal sejak pengaruh budaya Eropa, seperti:
benteng, gereja dan lain sebagainya.
Tujuan: Menurut
Binford (1972) ada tiga tujuan dalam
kajian Arkeologi :
- merekonstruksi sejarah kebudayaan.
- merekonstruksi cara-cara hidup manusia.
- Menggambarkan proses budaya
2. Etnololinguistik
• Etnolinguistik merupakan ilmu yg menelaah bahasa
bukan hanya dari struktur semata, tapi lebih pada fungsi dan pemakaiannya dalam
konteks situasi sosial budaya.
• Menurut Crystal (1987), etnolinguistik adalah kajian
bahasa yg bertalian dengan sikap dan perilaku tertentu, teruatama menyangkut
interaksi sosial.
• Duranti (1987), pun menyatakan bhw, bahasa merupakan
bentuk kegiatan budaya.
• Ada beberapa pemahaman hubungan antara bahasa dan
budaya menurut Levi-Strauss (Ahimsa, 2006: 24-25) yaitu: 1) bahasa yang
digunakan oleh suatu masyarakat merupakan refleksi dari keseluruhan kebudayaan
masyarakat yang bersangkutan. 2) bahasa merupakan bagian dari kebudayaan itu
sendiri. 3) bahasa adalah kondisi untuk kebudayaan, sebab ada kesamaan tipe
antara apa yang ada pada kebudayaan itu dengan material yang digunakan untuk
membangun bahasa.
3. Etnologi
•
Etnologi
mempelajari berbagai suku bangsa dan aspek kebudayaannya, serta hubungan antara
satu bangsa dengan bangsa lainnya.
•
Etnologi
terbagi ke dalam 2 kajian, di antaranya: a) descriptive integration (aliran
diakronik), bertujuan untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang suatu
suku bangsa misalnya, suku bangsa tersebut termasuk ras apa, bagaimana
asal-muasalnya, sejarah perkembangannya, cara hidupnya, adat istiadat dan
aspek-aspek lainnya secara menyeluruh. b)
generalizing approach (aliran sinkronik), bertujuan untuk
mencari asas persamaan dari sejumlah suku bangsa yang beraneka ragam. Metode
yang dipergunakannya dapat dikelompokkan atas 2 golongan. Pertama, dengan
melakukan penelitian yang mendalam dan utuh dari sejumlah suku bangsa (misalnya
3-5 suku bangsa). Kedua, dengan melakukan studi perbandingan unsur budaya
tertentu (misalnya bahasa saja) pada sejumlah besar suku bangsa (misalnya
ratusan suku bangsa).
Perkembangan Antropologi Budaya Kontemporer
•
Franz
Boas (1940) mengajukan tinjauan kritisnya terhadap asumsi-asumsi antropologi
evolusioner serta implikainya yang cenderaung bersifat rasial. Dalam hal itu
Boas menyoroti keberpihakan komparasi dan generalisasi antropologi tradisional
yang dinilainya kurang tepat. Contoh: penelitian thd ras tertentu yang kemudian
digeneralisasi (ras kulit hitam yg cendrung primitif, bodoh, dll.)
•
Perkembangan
terkini Antropologi budaya menekankan pada empat aspek, di antaranya: 1) pertimbangan politik, di mana para
antropolog budaya sering terjebak oleh kepentingan-kepentingan politik.
2)menyangkut hubungan kebudayaan dengan kekuasaan. 3) kajian terhadap bahasa dalam antropologi budaya, di mana terjadi pergeseran makna kebudayaan dari homogenitas ke
heterogenitas yang menekankan peran bahasa sebagai sistem formal
abstraksi-abstraksi kategori budaya. 4) preferensi dan pemikiran individual di
mana terjadi hubungan antara jatidiri dan emosi, sebab antara kepribadian dan
kebudayaan memiliki keterkaitan yang erat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar