Kamis, 26 November 2015

materi pengantar ilmu antropologi




PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI
DOSEN : Musahwi, S.Sos, M. Sosio


pengertian
Antropologi berasal dri kata antrhopos dan logos
*      Haviland (1993) mendifinisikan Antropologi sbagai bidang ilmu yg mempelajari ummat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
*      Koentjaraningrat (1996) mengartikan Antropologi sbg ilmu yang mempelajari tentang manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
Wilayah Kajian Antropologi
  1. Masalah asal & perkemangan manusia (evolusi biologis)
  2. Masalah terjadinya aneka ragam ciri fisik manusia.
  3. Masalah perkembangan dan persebaran aneka ragam kebudayaan manusia.
  4. Masalah asal perkembangan dan persebaran aneka ragam bahasa yg dipakai manusia di seluruh dunia.
  5. Masalah asas-asas kehidupan masy. dan kebudayaan manusia, dari aneka ragam suku bangsa yg tersebar di seluruh dunia
Sejarah Perkembangan Antropologi sebagai Ilmu Pengetahuan
*      Fase pertama, sebelum th 1800 orang Eropa  menjelejahi dunia, Afrika, Amerika Latin, dan Asia. Mereka mencatat ttg ciri fisik, kebudayaan, susunan masyarakatnya, kemudian mereka catat. (diskripsi ttg bangsa-bangsa).
*      Fase kedua, th 1800 menemukan ciri kehidupan manusia yg sll berevolusi dari masa ke masa. Bangsa Eropa menganggap bangsa di luar Eropa sebagai bangsa primitif, sementara bangsa Eropa adl manusia dengan kebudayaan tertinggi di antara bangsa-bangsa yang mereka temui
*      Fase ketiga,  awal abad 20, adalah dimulainya era penjajahan orang Eropa ke Afrika, Amerika Latin, dan Asia. Mereka mempelajari kebudayaan bangsa yg dijajah agar mereka mudah menaklukkan dan meminimalisir perlawanan. Antropologi menjadi alat kolonialisme.
*      Fase keempat th 1930an, Antroplogi berkembang sedemikin pesat dan lbh berorientasi akademik. Perkembangannya meliputi ketelitian bahan pengetahuannya maupun metode-metode ilmiahnya. Di lain pihak muncul pula sikap anti kolonialisme dan gejala makin berkurangnya bangsa-bangsa primitive. Oleh karena itu sasaran dan objek penelitian para ahli antropologi sejak tahun 1930 telah beralih dari suku-suku bangsa primitiv non Eropa kepada penduduk pedesaan, termasuk daerah-daerah pedesaan Eropa dan Amerika. Secara akademik perkembangan antropologi pada fase ini ditandai dengan symposium internasional pada tahun 1950-an, guna membahas tujuan dan ruang lingkup antropologi oleh para ahli dari Amerika dan Eropa.
Tujuan Ilmu Antropologi
*      Tujuan akademis: Untuk mencapai pemahaman tentang manusia berdasarkan bentuk fisiknya, masyarakatnya, maupun kebudayaannya.
*      Tujuan praktis: Untuk kepentingan pembangunan manusia.
Hubungan Antropologi dengan  sosial ilmu lain
*      Psikologi: sama-sama mempelajari tentang manusia. Psikologi bersifat internal: faktar mental dan prilaku manusia. Sementara Antropologi lebih bersifat eksternal, fisik dan lingkungan.
*      Sejarah: Antropologi membutuhkan ilmu sejarah untuk memotret kebudayaan manusia di masa lampau, melalui peninggalan-peninggalan fisik maupun nonfisik.
*      Geografi: Geografi membantu kajian antropologi untuk mengerti tentang kondisi alam yang berbeda-beda sebagai salah satu sebab beragamnya kebudayaan manusia.
*      Ilmu Ekonomi: Antropologi dan Ekonomi mempunyai hubungan erat terutama untuk mengetahui etos kerja manusia secara ekonomi dalam kelompok-kelompok masyarakat tertentu
*      Ilmu Politik: Antropologi diperlukan untuk melihat bagaimana budaya masyarakat mempengaruhi tingkah laku politiknya.
Hubungan Antropologi dengan Sosiologi
*      Persamaan: Bertujuan untuk mencapai pengertian tentang azas-azas hidup masyarakat dan manusia serta budayanya.
*      Perbedaan: kedua ilmu tersebut mempunyai asal mula dan sejarah perkembangan yang berbeda.
*      Objek kajian keduanya berbeda: Antropologi menitikberatkan pada aneka ragam ras, bangsa, dan suku bangsa, ciri jasmaniah, serta aneka warna bahasa dan kebudayaan yang dihasilkan manusia di seluruh dunia. Sosiologi mempelajari Struktur dan proses sosial, tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok, serta perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya

. ETNOGRAFI SEBAGAI METODE DASAR MEMAHAMI MANUSIA DAN BUDAYANYA
Kata etnografi, berasal dari bahasa Yunani, yang berarti sebuah deskripsi mengenai orang-orang atau manusia, secara harfiah, penulisan budaya (Atkinson, 1992).
Frey (1992) berpendapat  bahwa etnografi digunakan untuk meneliti perilaku manusia dalam lingkungan spesifik alamiah.
Neuman (2000),  Etnografi muncul dari Antropologi Budaya. karena itu etnografi merupakan penggambaran suatu  budaya atau cara hidup orang-orang dalam sebuah komunitas tertentu.


METODE ETNOGRAFI
Spradley (1997), membagi metode etnografi ke dalam tiga fase:
q  Etnografi mula-mula (Akhir abad ke-19) meneliti tentang evolusi budaya.
q  Etnografi modern (1915-1925). Radclifffe-Brown dan Malinowski sebagai penggagas. Perhatian utamanya pada kehidupan masa kini, yaitu tentang the way of life masayarakat tersebut.
q  Etnografi baru generasi pertama (1960). Berakar dari Antro. Psikologi. Perhatian utamanya adl. Untuk melihat bagaimana masyarakat mengorganisasikan budaya mereka dalam pikiran mereka dan kemudian menggunakan budaya tersebut dalam kehidupan.
q  Etnografi baru generasi kedua. Dalam pandangannya ini, Spardley tidak lagi menganggap etnografi sebagai metode untuk meneliti Other culture, masyarakat kecil yang terisolasi, namun juga masyarakat kita sendiri. Masyarakat yang multikultural di seluruh dunia

CIRI KHAS PENELITIAN ETNOGRAFI
Denzin dan Lincoln (2009) membagi empat ciri:
q  Lebih menekankankan upaya eksplorasi terhadap hakekat/sifat dasar fenomena sosial tertentu, bukan melakukan pengujian hipotesis atas fenomena tersebut.
q  Lebih suka bekerja dengan data tidak terstruktur, atau dg kata lain, data yang belum dirumuskan dlm bentuk kode sbg seperangkat kategori yg masih menerima peluang bagi analisis tertentu.
q  Penelitian terhadap sejumlah kasus kecil, mungkin hanya satu kasus secara detail.
q  Menganalisis data yg meliputi interpretasi makna  dan fungsi berbagai tindakan manusia secara ekpilisit sbg sebuah produk yg secara umum mengambil bentuk-bentuk deskripsi dan penjelasan verbal tanpa harus terlalu banyak memanfaatkan analisis kuantifikasi dan statistik.


PENGGALIAN DATA
Observasi partisipan, yakni data2 diperoleh melalui partisipasi di dalam kehidupan sehari-hari informan dalam kondisi yang sebenarnya,  dlm rangka mendapatkan interpretasi mereka dan makna sosial dari tindakan dan kegiatan tersebut.

Atkinson (1992) menyatakan bhw, dlm aspek tertentu, semua penelitian sosial merupakan semacam observasi partisipan, karena kita tidak dapat meneliti realitas sosial tanpa menjadi bagian darinya.
q  Wawancara  tidak terstruktur. (untsructured interview) memberikan ruang yang lebih luas dibanding dengan tipe wawancara lain, karena peneliti tidak terikat oleh pedoman wawancara yang terkesan formal.
q  Menurut Brannen (2005) teknik ini lebih mendorong agar peneliti lebih fleksibel dan reflektif sehingga mendapat wawasan-wawasan imajinatif ke dalam dunia sosial informan.

ANALISIS DATA
Menurut Brewer (2000) secara ringkas ada dua urutan analisis data Etnografi, yaitu klasifikasi data dan interpretasi data
q  Klasifikasi data didasarkan pada konsep yang digunakan pada suatu penelitian tertentu. Meliputi taksonomi (perincian data) dan tipologi data.
q  Proses interpretasi adalah proses meletakkan atau memberikan makna pada data sesuai dengan konteksnya.

MASALAH YG MUNCUL DLM OBSERVASI PARTISIPAN
q  Apakah identitasnya sebagai seorang peneliti diketahui oleh semua partisipan, atau hanya sebagian, atau bahkan tidak satupun yang mengetahui.
q  Sejauh mana dan bagaimana partisipan mengetahui penelitian yg sedang dijalankan.
q  Aktifitas apa saja yg sedang dikaji peneliti di lapangan, dan
q  bagaimana hal ini memosisikan peneliti dlm kaitannya dg beragam konsep kategori dan anggota kelompok yg digunakan para partisipan.
q  Apakah sebenarnya orientasi peneliti; apakah peneliti sepenuhnya menyadari ketikan mengadopsi orang dalam (insider) dan orang luar (outsider)

Cabang-cabang Ilmu Antropologi
                                                 Paleoantropologi
                         Antro. Fisik                        
                                                  Somatologi
Cab. Antro                                        Arkeologi

                           Antro. Budaya            Etnolingusitik
                                                               Etnologi 
1.    Antropologi Fisik
         Paleoantropologi :  Bagian dari antropologi fisik yang menelaah tentang asal usul atau terjadinya perkembangan mahkluk manusia. Obyek penelitiannya adalah fosil manusia (sisa-sisa tubuh manusia yang telah membatu) yang terdapat dalam lapisan-lapisan bumi.
         Somatologi : Bagian dari antropologi fisik yang menelaah tentang variasi atau keanekaragaman ras manusia melalui ciri-ciri tubuh manusia secara keseluruhan (ciri-ciri genotipe dan fenotipe).
2. Antropologi Budaya
         Antropologi budaya memfokuskan perhatiannya pada kebudayaan manusia ataupun cara hidupnya dalam masyarakat.
         Untuk memahami pekerjaan para ahli antropologi budaya, kita harus tahu tentang; (a) hakikat kebudayaan yang menyangkut tentang konsep kebudayaan dan karakteristik-karakteristiknya, (b) bahasa dan komunikasi, menyangkut; hakikat bahasa, bahasa dalam kerangka kebudayaan, serta (c) kebudayaan dan kepribadian.
Menurut Haviland (1993) dan koenjtraningrat (1996), Antropologi budaya dibagi menjadi:
1. Arkeologi: Arkeologi adalah suatu bidang yang mempelajari kebudayaan manusia masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan. Kajian sistematis meliputi penemuan, dokumentasi, analisis, dan interpretasi data berupa artefak (budaya bendawi, seperti kapak batu dan bangunan candi) dan ekofak (benda lingkungan, seperti batuan, rupa muka bumi, dan fosil).
Bendawi/artefak dalam Arkeologi
         Ideofak: adalah artefak yang mempresentasikan ideologi kelompok masyarakat di masa lalu.
         Sosiofak: mencerminkan aspek sosial dalam suatu masyarakat tertentu.
         Teknofak: adalah kajian terhadap alat2 teknologi yang digunakan masyarakat di masa lalu.
         Feature: adalah kebudayaan materi yang sifatnya statis dan melekat dengan konteksnya. Misalnya, bentangan alam hasil rekayasa manusia.
Obyek dan tujuan Kajian Arkeologi
      Obyek Arkeologi prasejarah: a) Masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana (Paleolithikum). b)Masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut (Mesolithikum). c)Masa bercocok tanam (Neolithikum). d)Masa perundagian (Bronze Age)
         Obyek Arkeologi masa sejarah:  misalnya di Indonesia: a) Klasik, yaitu objek yang berasal sejak pengaruh Hindu-Budha, seperti: candi, prasasti dan lain sebagainya. b)Objek periode Islam, yaitu objek yang berasal sejak pengaruh kebudayaan Islam, seperti: nisan, masjid dan lain sebagainya. c)Objek periode Kolonial, yaitu objek yang berasal sejak pengaruh budaya Eropa, seperti: benteng, gereja dan lain sebagainya.
Tujuan:  Menurut Binford (1972) ada tiga tujuan  dalam kajian Arkeologi :
  1. merekonstruksi sejarah kebudayaan.
  2. merekonstruksi cara-cara hidup manusia.
  3. Menggambarkan proses budaya
2. Etnololinguistik
      Etnolinguistik merupakan ilmu yg menelaah bahasa bukan hanya dari struktur semata, tapi lebih pada fungsi dan pemakaiannya dalam konteks situasi sosial budaya.
      Menurut Crystal (1987), etnolinguistik adalah kajian bahasa yg bertalian dengan sikap dan perilaku tertentu, teruatama menyangkut interaksi sosial.
      Duranti (1987), pun menyatakan bhw, bahasa merupakan bentuk kegiatan budaya.
      Ada beberapa pemahaman hubungan antara bahasa dan budaya menurut Levi-Strauss (Ahimsa, 2006: 24-25) yaitu: 1) bahasa yang digunakan oleh suatu masyarakat merupakan refleksi dari keseluruhan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. 2) bahasa merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. 3) bahasa adalah kondisi untuk kebudayaan, sebab ada kesamaan tipe antara apa yang ada pada kebudayaan itu dengan material yang digunakan untuk membangun bahasa.
3. Etnologi
         Etnologi mempelajari berbagai suku bangsa dan aspek kebudayaannya, serta hubungan antara satu bangsa dengan bangsa lainnya.
         Etnologi terbagi ke dalam 2 kajian, di antaranya: a) descriptive integration (aliran diakronik), bertujuan untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang suatu suku bangsa misalnya, suku bangsa tersebut termasuk ras apa, bagaimana asal-muasalnya, sejarah perkembangannya, cara hidupnya, adat istiadat dan aspek-aspek lainnya secara menyeluruh. b)  generalizing approach (aliran sinkronik), bertujuan untuk mencari asas persamaan dari sejumlah suku bangsa yang beraneka ragam. Metode yang dipergunakannya dapat dikelompokkan atas 2 golongan. Pertama, dengan melakukan penelitian yang mendalam dan utuh dari sejumlah suku bangsa (misalnya 3-5 suku bangsa). Kedua, dengan melakukan studi perbandingan unsur budaya tertentu (misalnya bahasa saja) pada sejumlah besar suku bangsa (misalnya ratusan suku bangsa).

Perkembangan Antropologi Budaya Kontemporer
         Franz Boas (1940) mengajukan tinjauan kritisnya terhadap asumsi-asumsi antropologi evolusioner serta implikainya yang cenderaung bersifat rasial. Dalam hal itu Boas menyoroti keberpihakan komparasi dan generalisasi antropologi tradisional yang dinilainya kurang tepat. Contoh: penelitian thd ras tertentu yang kemudian digeneralisasi (ras kulit hitam yg cendrung primitif, bodoh, dll.)
         Perkembangan terkini Antropologi budaya menekankan pada empat aspek, di antaranya:          1) pertimbangan politik, di mana para antropolog budaya sering terjebak oleh kepentingan-kepentingan politik. 2)menyangkut hubungan kebudayaan dengan kekuasaan. 3) kajian terhadap bahasa dalam antropologi budaya, di mana terjadi pergeseran makna kebudayaan dari homogenitas ke heterogenitas yang menekankan peran bahasa sebagai sistem formal abstraksi-abstraksi kategori budaya. 4) preferensi dan pemikiran individual di mana terjadi hubungan antara jatidiri dan emosi, sebab antara kepribadian dan kebudayaan memiliki keterkaitan yang erat.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar